Hari-Hari di Karangsambung, Sebuah Cerita yang Bersambung (2)

April 24, 2018
Kuliah Lapangan Karangsambung atau sering disingkat dengan kulap karsam adalah bagian penting dari bagian penting lainnya dalam proses pendidikan dan perkuliahan di Teknik Geofisika ITB. Selama Kulap Karsam, setiap mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman lapangan geologi.

Kulap Karsam dilaksanakan selama lebih kurang 12 hari. Hari-hari yang dilalui oleh setiap mahasiswa di Karsam adalah hari-hari penting untuk menjadi seorang yang mumpuni di bidang geofisika.

Orientasi peralatan geologi lapangan bisa dikatakan sebagai pembuka kegiatan kulap Karsam 2018. Orientasi ini dipandu oleh Dr. Budi Brahmantyo (Teknik Geologi ITB). Lebih kurang 45 menit Pak Budi memperkenalkan peralatan geologi yang digunakan selama kulap Karsam 2018. Peralatan geologi yang dimaksud adalah palu geologi, kompas geologi dan lup.

Pengelanan peralatan geologi oleh Dr. Budi Brahmantyo (Dok. ZFZ, 2018)
Berselang 45 menit, dan materi pengenalan peralatan dirasa cukup. Para mahasiswa peserta kulap Karsam 2018 diarahkan ke gerbang kampus untuk berlatih menentukan posisi dengan menggunakan kompas geologi. Penentuan posisi tentu membutuhkan titik referensi. Titik referensi yang digunakan adalah tiga gunung yang menjadi landmark Karangsambung. Ketiga gunung itu adalah Gunung Parang, Gunung Paras dan Gunung Brujul.
Persiapan latihan penentuan posisi dengan menggunakan kompas geologi.
Semua mahasiswa dipandu untuk menentukan tiga titik yang dijadikan sebagai
posisi referensi (Dok.ZFZ, 2018)
Latihan penentuan posisi dengan menggunakan kompas geologi (Dok.ZFZ, 2018)
Kemahiran menggunakan kompas geologi untuk menentukan posisi adalah modal penting untuk kegiatan kuliah lapangan. Meskipun "jaman now" bisa menggunakan HP cerdas atau GPS. Namun, setiap alat itu ada batasnya, keterbatasan sinyal, kuota dan batree adalah bagian dari kendala yang terjadi di lapangan.

Kadangkala teknik manual menjadi penolong. Pemakaian kompas geologi untuk menentukan posisi adalah cara manual yang masih "power full".

Setelah latihan penentuan posisi dirasa cukup dan setiap kelompok menunjukkan kemampuannya dalam "memainkan" kompas geologi. Selanjutnya hal yang penting yang harus dikuasi adalah mengukur dip dan strike.

Dalam pemetaan geologi, komponen Dip dan Strike adalah bagian yang penting untuk memahami proses dinamika dan formasi singkapan batuan. Dip dan Strike menjadi parameter untuk mengetahui kedudukan batuan di permukaan bumi dengan mengukur arah penyebarannya dan juga kemiringan batuan.

Strike atau Jurus adalah arah garis yang dibentuk dari perpotongan bidang planar dengan bidang horizontal ditinjau dari arah utara. Sedangkan Dip adalah derajat yang dibentuk antara bidang planar dan bidang horizontal yang arahnya tegak lurus dari garis strike.

Selain itu ada istilah bidang planar. Bidang planar ialah bidang yang relatif lurus, contohnya ialah bidang perlapisan, bidang kekar, bidang sesar, dll.

Strike Dip pada batuan umumnya muncul pada batuan hasil pengendapan (sedimen). Tapi, memungknkan juga ditemukan pada batuan metamorf yang berstruktur foliasi. Penulisan strike dan dip hasil pengamatan ialah : 
N (Derajat Strike) E/ (Derajat Dip) dan dibaca North to East (Nilai Strike) dan (Nilai Dip).
Mahasiswa sedang melakukan latihan pengukuran Strike dan Dip
di halaman Kampus LIPI Karangsambung (Dok. ZFZ, 2018)














































Untuk mengukur Strike dan Dip, Kompas Geologi adalah perangkat utama. Cara mengukur Strike dan Dip dengan menggunakan Kompas Geologi adalah sebagai berikut:
Mencari arah jurus pada bidang (strike)
  1. Kenali dulu arah utara pada kompas, agar kita tidak terbalik menentukan arah.
  2. Tempelkan sisi kompas yang bertanda "E" (sisi kompas bagian timur) pada bidang yang akan kita ukur. 
  3. Posisikan kompas secara horizontal dengan memanfaatkan gelembung udara pada bull eyes berada di tengah.
  4. Catat derajat yang di bentuk oleh jarum magnet yang mengarah ke utara. Itulah angka Strike. Buat garis lurus searah strike untuk menentukan dip.
Mencari kemiringan bidang (dip)
  1. Pada garis lurus yang dibentuk strike, tempelkan sisi kompas yang bertanda "W" (sisi kompas bagian barat) secara tegak lurus.
  2. Putar tuas klinometer agar gelembung udara di dalam nya berada di tengah.
  3. Catat angka yang tertera pada jarum klinometer. Itulah angka Dip.

Bersambung....


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.