Rangkaian Gempa Lombok

Agustus 27, 2018
Rangkaian gempa yang terjadi di Lombok 2018 merupakan sebuah fenomena langka. Rekan saya, Bung Adit mengulasnya dengan menarik, runut dan berdasar. Setelah mendapat izin, saya mencoba untuk memposting kembali di laman seisnote.com

Penulis:
Adit Gusman

Rangkaian gempa Lombok tahun 2018 diawali pada tanggal 28 Juli dengan magnitudo 6.5. Gempa ini berpusat di utara Pulau Lombok di koordinat 116.508°, -8.2395° . Awalnya gempa ini dinamakan sebagai gempa utama (mainshock) karena gempa ini diikuti oleh gempa yang lebih kecil atau biasa disebut gempa susulan (aftershock). Tetapi pada tanggal 5 Agustus terjadi gempa yang lebih besar dengan magnitudo 6.9 yang berpusat (116.4387°, -8.2631°) di lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat gempa 28 Juli. Maka dari itu penamaan gempa diubah. Gempa tanggal 28 Juli menjadi gempa awal (foreshock) dan gempa tanggal 5 Agustus menjadi gempa utama (mainshock). Tak lama beselang pada tanggal 9 Agustus terjadi gempa susulan dengan magnitudo 5.9 dan getaran yang cukup terasa. Rangkaian kejadian gempa ini secara umum merambat dari timur ke barat. Berdasarkan sebaran gempa susulan yang ditunjukkan oleh titik-titik warna biru (sumber USGS), ukuran bidang yang bergerak secara keseluruhan memiliki panjang 72 km dan lebar 40 km.
Kejadian gempa pada dasarnya dikarenakan adanya pergerakan suatu bidang atau sesar di bawah permukaan bumi secara mendadak. Arah pergerakannya pun berbeda-beda bisa naik, turun, atau geser. Untuk kasus gempa Lombok sesarnya memiliki gerakan naik (reverse fault). Jenis pergerakan sesar dapat diketahui dengan analisis mekanisme fokus menggunakan data seismik. Mekanisme fokus gempa dapat digambarkan dengan beach ball (bola pantai). Mekanisme fokus untuk gempa Lombok dapat diperoleh dari Global Centroid Moment Tensor (CMT) project. Untuk setiap kejadian terdapat juga informasi lokasi centroid. Lokasi centroid CMT memiliki arti yang berbeda dengan pusat gempa. Lokasi centroid bisa diartikan posisi tengah dari momen yang dilepaskan pada saat gempa. Sedangkan pusat gempa atau episenter adalah lokasi awal perambatan sebuah gempa. Lokasi pusat gempa (episenter) dari USGS ditunjukkan oleh simbol bintang dan lokasi centroid ditunjukkan dengan simbol lingkaran. Bintang, lingkaran, dan beach ball berwarna hijau masing-masing untuk pusat gempa, lokasi centroid, dan fokal mekanisme untuk kejadian gempa awal (foreshock) dengan Mw 6.5. Bintang, lingkaran, dan beach ball berwarna merah masing-masing untuk pusat gempa, lokasi centroid, dan fokal mekanisme untuk kejadian gempa utama (mainshock) dengan Mw 6.9. Bintang, lingkaran, dan beach ball berwarna orange masing-masing untuk pusat gempa, lokasi centroid, dan fokal mekanisme untuk kejadian gempa susulan (aftershock) dengan Mw 5.9.
Ketiga gempa di atas memiliki mekanisme fokus yang sama yaitu sesar naik (reverse fault). Kedalaman centroid mejadi semakin dalam dari gempa Mw 6.5, 6.9, ke 5.9, yaitu dari 12 km, 15.7 km sampai 18.9 km. Dari mekanisme fokus, sudut dip ketiga gempa berkisar antara 20° - 26°. Bedasarkan sebaran kedalaman, posisi, dan kemiripan sudut dip ketiga gempa ini, ada kemungkinan ketiganya terjadi pada satu bidang yang sama. Pertanyaan selanjutnya adalah pada sesar apa ketiga gempa ini terjadi? Dengan adanya garis sesar Flores di utara pulau Lombok, ketiga gempa ini mungkin terjadi di bidang sesar Flores yang menunjam dengan sudut landai dari utara pulau Lombok di laut Bali ke bawah permukaan pulau Lombok. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.