Aplikasi Metoda Geofisika untuk Perencanaan Pemukiman dan Mikrozonasi (Pre Event Session III)

September 24, 2018
Sesi ketiga dari workshop pre-event PIT HAGI fokus pada pemanfaatan keilmuan geofísika untuk perencanaan pemukiman dan mikrozonasi. 



Dalam hal ini mikrozonasi yang menjadi fokus adalah mikrozonasi seismik. Kajian mikrozonasi seismik merupakan bagian dari aplikasi metoda geofisika untuk memahami perbedaan intensitas guncangan yang terjadi pada suatu kawasan berdasarkan data kondisi karakteristik geologi lokal. Data kondisi geologi lokal diperoleh dengan menggunakan beberapa metoda seperti pengeboran dangkal, pengukuran mikrotremor, seismik refraksi, seismik refleksi dan MASW. 

Dua narasumber dihadirkan pada sesi ketiga ini. Narasumber pertama adalah Dr. M. Ridwan (Puslit Puskim Kemen PUPR) yang mendiskusikan tentang aplikasi mikrotremor arry untuk identifikasi kedalaman engineering bedrock dan site class. Site effect (efek lokal) merupakan lapisan sedimen yang berada diatas engineering bedrock. 

Dalam ulasan presentasi, Dr. Ridwan menyampaikan bahwa saat ini survey mikrotremor yang sudah dan sedang dilakukan di Indonesia masih di kota-kota besar. Salah satunya adalah survey mikrotremor yang dilakukan di Jakarta dan Bandung. Jika mempertimbangkan kondisi geologi dan kerentanan bahaya gempa bumi, maka setiap kota-kota di Indonesia perlu dilakukan survey mikrotremor sangat perlu dilakukan. Hasil kajian mikrotremor merupakan salah satu parameter penentu dalam analisis seismic hazard.     

Sedangkan narasumber yang kedua Husein Asy’ari (Elnusa) yang mendiskusikan tentang aplikasi seismik untuk pengeboran dan pengembangan infrastruktur. Saat ini Elnusa tidak hanya mengembangkan survey seismic untuk eksplorasi akan tetapi juga untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur. 

Pada akhir sesi, Dr. Andri Dian Nugraha menutup pre event workshop kolaborasi HAGI dengan Kementrian PUPR. Banyak metoda geofisika yang berkontribusi untuk pembangunan infrasruktur mulai dari evalusi jalan dan jembatan, evaluasi bendungan dan kajian mikrozonasi untuk pengembangan pemukiman. Karena itu, para ahli geofisika memiliki andil dalam pekerjaan ke-PU-an. Tindak lanjut dari workshop ini diharapkan adanya kerjasama dalam bentuk MOU antara HAGI dan Kementrian PUPR.   

Foto bersama para narasumber dengan Presiden HAGI 2016-2018 dan Presiden HAGI 2018-2020

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.