HAGI, Asosiasi Profesi Ilmu Kebumian yang Dinamis dan Modern

September 26, 2018
Dalam perannya sebagai asosisasi profesi, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) terus berusaha untuk berkontribusi dalam kemajuan pembangunan bangsa. Kontribusi HAGI tentu tidak hanya untuk eksplorasi Migas dan bahan mineral, akan tetapi juga untuk mitigasi bencana dan kelestarian lingkungan. 

Presiden HAGI periode 2016-2018 (Ibu Rusalida Raguwanti) dalam masa jabatan telah menjalankan amanah sebagai Presiden HAGI dengan sangat baik. “Sinergy dalam keberagaman” adalah semangat yang melandasi kepengurusan Ibu Lida (panggilan akrab Ibu Presiden HAGI). Selama dua tahun kepemimpinannya, HAGI telah memiliki kerjasama yang baik dengan beberapa institusi pemeritah seperti BMKG dan Kementrian PUPR. Selain itu juga dengan Universitas Pertamina dan Media Kompas. 

Dalam Hal pengembangan organisasi, selama kurun waktu 2016-2018, setidaknya ada tiga Komisariat Wilayah (Komwil) yang terbentuk, yaitu Komwil Sulawesi Utara, Komwil Pontianak dan Komwil Houston (USA).  

Tahun 2018 merupakan salah satu tahun penting bagi HAGI. Setidaknya ada dua agenda penting HAGI di 2018, PIT HAGI ke 43 dan pengukuhan pengurus HAGI 2018-2020. Pada event PIT HAGI ke 43 di Kota Semarang, HAGI membuktikan dirinya sebagai organisasi yang dinamis dan modern.  

Terselenggaranya event Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) adalah bagian dari kiprah HAGI untuk berkontribusi dalam kemajuan dan perkembangan geosains di Indonesia. Event ini tidak hanya mendiskusikan keilmuan geofisika, akan tetapi cabang ilmu kebumian lainnya seperti meteorologi, oseanografi, geologi, geodesi dan mitigasi bencana.

Diskusi panel pada PIT-HAGI ke 43 tentang pemanfaatan geosains untuk menunjang pembangunan infrastruktur.
Agenda kedua yang menjadi penting bagi HAGI adalah pengukuhan Presiden HAGI 2018-2020. Dr. Andri Dian Nugraha adalah Presiden HAGI terpilih pada pemilu HAGI 2019 di Malang. Dr Andri Dian Nugraha yang juga Kaprodi S2/S3 Teknik Geofisika ITB memberikan harapan baru untuk melanjutkan kepengurusan HAGI sampai 2020. 

Sebagai sebuah organisasi yang dinamis dan modern, pergantian kepengurusan merupakan hal yang lumrah terjadi. Setiap periode dua tahun sekali, kepengurusan HAGI mengalami penyegaran. Penyegaran kepengurusan HAGI dilakukan secara demokrasi dalam proses pemilihan umum secara jujur, bebas dan rahasia.


Prosesi penyerahan panji kehormatan HAGI dari Bu Lida (Presiden HAGI 2016-2018) kepada Pak Andri (Presiden HAGI 2018-2020)
Di hadapan peserta PIT HAGI ke 43, Ibu Rusalida menyerahkan bendera sebagai panji kehormatan HAGI kepada Pak Andri sebagai simbolis keberlanjutan estafet kepemimpinan HAGI. 
Banyak agenda-agenda positif yang telah dilakukan oleh Kepengurusan HAGI 2016-2018 dan agenda positif ini akan terus dilanjutkan oleh kepengurusan HAGI 2018-2020. 

Selamat berkerja Pak Andri, untuk HAGI yang lebih dinamis dan modern.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.