Dosen, Blogger dan Youtuber, Kenapa Tidak!!

By Zulfakriza Z. - Juli 13, 2021


Pak, materinya bisa diakses dimana?

Pak, apa ada rekamannya?

Mungkin itu bagian dari sekian banyak pertanyaan yang muncul dari peserta kuliah daring (mahasiswa). 

Kondisi sekarang, kebutuhan kepada dunia digital sepertinya menjadi sebuah keniscayaan. Tentunya, selain akses internet yang relatif mudah dan murah, kondisi ini juga disebabkan wabah pandemi yang mengharuskan setiap kegiatan menjadi daring, termasuk perkuliahan.

Kuliah daring, istilah yang familiar sejak Maret 2020, masa-masa di awal pendemi. Istilah kata daring adalah sebuah istilah baru untuk penyebutan online dalam Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, kata daring tidak ditemukan, silakan akses KBBI. Sebenarnya, daring itu adalah sebuah singkatan atau akronim "dalam jaringan", dan bukan sebuah kata. Padanan daring adalah luring yang juga sebuah akronim dari "luar jaringan".

Kita kembali ke topik tulisan ini, Dosen, Bloger dan Youtuber. 

Mungkin ini saat yang tepat bagi seorang yang berprofesi sebagai pendidik dan pengajar untuk bertransformasi. Mengembangkan materi pembelajaran yang tidak hanya untuk bahan pengajaran di ruang kelas, namun bisa diakses oleh banyak orang tapi ada sekat ruang dan waktu.

Jika sebagian menyebutnya bahwa langkah ini terlambat, mungkin bisa iya. Langkah ini sudah terlambat, tapi lebih baik terlambat dibanding tidak sama sekali. 

Sebenarnya pembelajaran digital sudah dimulai sejak tahun 1999 (link referensi), dan saat ini banyak lembaga-lembaga yang mengembangkan pembelajaran dan kursus secara daring, salah satu yang lumayan terkenal adalah coursera. Mereka melakukannya secara kolaboratif dan profesional. Saat ini, sependek pengetahuan saya, cousera merupakan salah satu rujukan platform media pembelajaran daring. Beberapa lembaga dan kampus ternama dunia tergabung dalam platform ini, seperti Google, IBM, Stanfort University, Imperial College London dan beberapa yang lain. 

Pengembangan materi pembelajaran secara digital jika dilakukan secara baik dan profesional, setidaknya akan mendapat dua kemanfaatan yaitu kemanfaatan penyebaran ilmu dan kemanfaatan secara finansial. 

Pada tulisan ini saya akan menyemangati diri dan harapannya juga pembaca untuk fokus pada kemanfaatan penyebaran ilmu sebagai prioritas utama. Tentunya kemanfaatan finansial akan mengikuti jika setiap konten pembelajaran yang dibuat secara baik, profesional dan mudah dikses. 

Media Blog dan YouTube bisa menjadi alternatif untuk mengembangkan materi pembelajaran digital dan mudah diakses. Kedua media ini memungkinkan bagi setiap dosen untuk berekspresi dan berbagi konten positif yang bermanfaat.

Walau terbilang terlambat, saya mencoba memulainya dengan media blog seisnote dan kanal SEISNOTE

Semoga bisa memberikan warna konten positif dalam dunia digital. 

Bandung, 13 Juli 2021

ZFZ


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

PyGMT, Paket Python untuk Generic Mapping Tools (GMT)

Ada hal menarik bagi para peminat GMT ( Generic Mapping Tools ), khususnya yang senang bermain-main dengan peta dan ploting grafik atau...