Gempa di Kalimantan, Kok Bisa?

By Zulfakriza Z. - Juli 12, 2021

Pada 11 Juli 2021, BMKG memberikan informasi pada halaman InaTEWS  tentang kejadian gempa di Kalimantan, tepatnya pada jarak 17 km arah Tenggara dari Kota Pontianak. Gempa ini memiliki magnitudo 3,0 dengan kedalaman sumber gempanya adalah 10 km dan terjadi pada pukul 19:51:02 WIB. Posisi gempa seperti diperlihatkan pada Gambar 1.

Berdasarkan pemodelan skala getaran yang dirasakan (skala MMI), gempa 11 Juli 2021 memiliki skala II di Desa Mandor Kiru. Pengertian secara fisis dari MMI pada skala II adalah getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gambar 1. Informasi gempa yang terjadi di Kalimatan pada 11 Juli 2021 pukul 19:51:02 WIB (berdasarkan informasi dari situs InaTEWS BMKG)

Selama ini sebagian besar pemahaman kita bahwa Kalimantan adalah wilayah yang aman gempa. Pemahaman ini yang mungkin menjadi salah satu alasan tentang rancana pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan, tepatnya di Penajam Kalimantan Timur.

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia (Gambar 2), memang wilayah Kalimantan relatif sepi dari kejadian gempa. Pada Gambar 2 terlihat sebaran kejadian gempa yang ditandai oleh titik-titik yang berwarna merah. Wilayah-wilayah lain, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua terlihat sebaran titik-titik merah lebih rame dibandingkan dengan wilayah Kalimantan. Artinya, kejadian gempa di Kalimantan cenderung lebih sedikit dibanding wilayah lain. Cenderung lebih sedikit, bukan berarti tidak ada kejadian gempa. 

Kejadian gempa pada 11 Juli 2021 adalah salah bukti bahwa Kalimantan juga berpotensi terjadi gempabumi. Namun berdasarkan data kejadian gempa pada masa lalu, gempa-gempa yang terjadi di Kalimantan tidak memberikan dampak kerusakan yang parah seperti halnya gempa yang terjadi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Hal ini dikarenakan wilayah-wilayah ini berada pada zona pertemuan lempeng tektonik besar dunia yang bisa menghasilkan magnitudo gempa yang besar dan merusak, serta beberapa diantaranya membangkitkan gelombang tsunami.

Gambar 2. Sebaran kejadian gempabumi di Indonesia berdasarkan data katalog USGS tahun 1976 - 2020.

Berbeda dengan Kalimantan, secara geografis posisinya tidak berada pada zona pertemuan/tumbukan lempeng tektonik.

Jadi, apa yang memicu terjadinya gempa di Kalimantan?

Sesar lokal yang ada di dalam kerak benua, sepertinya ini yang menjadi pemicunya.

Dalam referensi Buku Peta Bahaya Gempa Indonesia 2017, dijelaskan bahwa secara geologi Pulau Kalimantan tersusun oleh beberapa jenis batuan dasar yang berasal dari benua, samudera dan transisi antara benua dan samudera. Namun secara tatanan tektonik, setidaknya ada tiga zona sesar yang terindetifikasi di Pulau Kalimantan, yaitu Sesar Tarakan, Sesar Mangkalihat dan Sesar Meratus. 

Ketiga sesar yang ada di Kalimantan diperkirakan aktif dan memiliki kemenerusan strukturnya melebihi 100 km dan berpotensi menghasilkan gempa pada magnitudo 7,0 (Buku Peta Bahaya Gempa Indonesia 2017). 

Sesar Tarakan merupakan sesar mendatar yang teridentifikasi di bagian utara Pulau Kalimantan yang menerus mulai dari daratan sampai ke lepas pantai. Sesar Mangkalihat yang juga memiliki pola pergerakannya secara mendatar, tercirikan di Pantai Timur Kalimantan. Selanjutnya Sesar Meratus yang memiliki pola mekanisme sesar naik (anjak) dengan arah Timurlaut (NE) - Baratdaya (SW).

Nah, bagaimana dengan gempa yang terjadi di Pontianak pada 11 Juli 2021?

Ada publikasi pada Jurnal Geologi dan Sumber Daya Mineral  yang menjelaskan adanya Sesar Adang yang berada di bagian Barat Kalimantan. Apakah mungkin gempa pada 11 Juli 2021 terpicu oleh Sesar Adang atau sesar lokal lain yang belum terpetakan secara baik.

Pahami potensi, perkuat mitigasi.


Salam sehat selalu 

ZFZ


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

PyGMT, Paket Python untuk Generic Mapping Tools (GMT)

Ada hal menarik bagi para peminat GMT ( Generic Mapping Tools ), khususnya yang senang bermain-main dengan peta dan ploting grafik atau...